Home Berita Salah Satu dokter RSUD. Umar Mas’ud Bawean, Diduga Melakukan Praktek Pungli.

Salah Satu dokter RSUD. Umar Mas’ud Bawean, Diduga Melakukan Praktek Pungli.

900
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Praktek pungutan liar diduga dilakukan oleh salah satu dokter gigi umum pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umar Mas’ud Bawean. Salah satu calon korban adalah Adelia (20), perempuan ini merupakan putri dari pasangan suami istri (pasutri) H. Abdurrahman dengan Hj. Salehati asal Dusun Rujing Desa Sungai Teluk Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik Jawa Timur.

Salehati menuturkan, dugaan praktek pungli itu bermula ketika putrinya Adelia, 20 tahun melakukan pemeriksaan dan pencabutan gigi di Rumah Sakit Umar Mas’ud. Namun, selesai drg. Aditya melakukan tugasnya salah seorang petugas perawat meminta untuk membayar biaya di tempat dengan harga Rp. 1,2 Juta tanpa diberikan bukti pembayaran, Rabu (27/7/2022).

“Salehati sepontan menjadi kaget mengetahui hal tersebut, karena hal ini bukan yang pertama kalinya dilakukan dan selalu membayar biaya pengobatan di tempat kasir dengan disertai adanya bukti kwitansi,” Ujarnya.

Lebih lanjut salehati mengatakan, dirinya hanya diberikan resep obat oleh drg. Aditya untuk ditebus di apotek rumah sakit dan langsung membayarnya sesuai dengan harga yang ditentukan kepada kasir. Selebihnya obat yang tidak tersedia di RSUD. Umar Mas’ud Bawean, terpaksa membeli di apotek yang ada diluar rumah sakit yakni apotek Amila dan apotek Al- Manar.

Salehati yang merasa kesal akhirnya mengadukan hal itu kepada suaminya sesampainya di rumah. Abdurrahman yang mengerti bahwa hal ini merupakan suatu pelanggaran akhirnya mulai angkat bicara kepada wartawan dan mencurahkan hal ini di group whatsapp media Bawean.

“Dalam hal ini bukan karena bicara tentang nominal tapi ini suatu kesalahan salah seorang dokter yang sudah melakukan dugaan praktek pungli, dan setelah masalah ini sudah ramai dibicarakan barulah dokter yang bersangkutan mengirimkan bukti kwitansi kepada istrinya melalui telepon via aplikasi WhatsApp. Atas kejadian ini dirinya berharap, semoga kedepannya tidak terulang kembali kepada orang lain. “Tegasnya.

Dengan kejadian ini awak media mencoba menghubungi Direktur RSUD. Umar Mas’ud Bawean, dr. Didik Hariyanto melalui via telepon aplikasi Whatsapp untuk meminta keterangan, namun yang bersangkutan lagi tidak di tempat karena berada di daratan Gresik dan menganjurkan untuk datang langsung ke bagian direksi yang ada di rumah sakit.

“Setelah di RSUD. Umar Mas’ud Bawean, awak media mencoba menemui drg Aditya yang menangani pasien Adelia, namun yang bersangkutan lagi tidak di tempat karena mengikuti pelatihan di daratan Gresik. Atas petunjuk security rumah sakit akhirnya bisa menghubungi drg Aditya melalui via aplikasi Whatsapp dan meminta klarifikasi terkait dengan dugaan praktek pungli yang pernah dilakukannya, Rabu (3/8/2022).

drg. Aditya mengatakan, bahwa dirinya lagi di daratan Jawa mengikuti pelatihan dan menganjurkan kepada awak media untuk meminta keterangan terkait dengan masalah ini ke drg. Helizzamah, ujarnya.

drg. Helizzamah menuturkan, terkait dengan hal ini pihaknya mengetahui setelah ramai dibicarakan di group whatsapp media Bawean dan langsung menanyakan kepada drg. Aditya kenapa hal ini bisa terjadi dengan meminta biaya di tempat tanpa disertai adanya kwitansi, ujarnya.

“Melalui dirinya, menurut keterangan drg. Aditya mengatakan, bahwa niat baiknya untuk pasien supaya tidak antri pembayaran di kasir, maka dimintai untuk membayar di tempat, namun dirinya juga meminta maaf atas kejadian ini yang tidak menyertakan bukti pembayaran atau kwitansi, ujar drg Aditya kepada drg Helizzamah. Rabu (3/8/2022). (Fairi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here