Home Berita Subhan Bersama Pokmaswas Gili Timur Bawean Sukses Laksanakan Monitoring Transplantasi Terumbu Karang.

Subhan Bersama Pokmaswas Gili Timur Bawean Sukses Laksanakan Monitoring Transplantasi Terumbu Karang.

55
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Subhan bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Gili Timur, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Bawean, sukses melaksanakan monitoring transplantasi terumbu karang, pada Sabtu (19/9/2026). Monitoring berkala tersebut, walaupun dibilang sedikit agak terlambat akibat faktor cuaca buruk, namun pelaksanaannya tetap penting untuk mengetahui tingkat pertumbuhan, kelangsungan hidup, serta keberhasilan rehabilitasi fragmen karang yang telah ditanam.

Diketahui bahwa pada Juni 2026, PT Bumi Nautika Berkelanjutan bekerjasama dengan Subhan, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Hijau Daun, untuk penanaman 100 transplantasi terumbu karang buatan di pesisir pantai Pulau Gili Noko, Bawean. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempercepat pemulihan keanekaragaman hayati bahari dan menciptakan habitat baru bagi biota laut.

Kerjasama ini melibatkan kelompok nelayan Pulau Gili Timur, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Bawean.

Subhan menyampaikan, bahwa monitoring terumbu karang mempunyai tujuan utama untuk mengukur pertumbuhan tambahan ukuran atau luas, serta laju klarifikasi karang. Selain itu, mengetahui kelangsungan hidup dengan menilai persentase fragmen karang yang hidup dibandingkan yang mati atau terlepas dari media tanam. “Memeriksa kesehatan karang dari penyakit, atau gangguan organisme pengganggu, serta melakukan pemeliharaan pada media tanam yang ditemukan rusak,” ujarnya.

Subhan menambahkan, pada Senin (28/9) pagi, melakukan pemotretan bawah air di lokasi terumbu karang buatan. Kegiatan ini dibilang agak sedikit terlambat dikarenakan faktor cuaca buruk yang melanda perairan Bawean.

Sementara itu, Baharuddin (52) Ketua tim penyelam, mengatakan bahwa dari 100 transplantasi terumbu karang ditemukan 5 transplantasi yang fragmen karangnya mengalami kerusakan atau mati. Setiap rak atau media tanam ditemukan 1 hingga 4 fragmen karang yang mati, dan langsung dilakukan tambal sulam.

Menurutnya, melihat hasil monitoring yang dilakukan bersama tim dengan instruksi yang ada serta didampingi langsung oleh Subhan, diperkirakan bahwa pertumbuhan fragmen karang hampir 85% hidup. Namun kita tidak cukup sampai di sini saja, karena setiap tiga bulan sekali monitoring tetap kita dilaksanakan selama 2 tahun. Hal ini, bertujuan untuk mengukur pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, dan kesehatan fragmen karang yang telah ditanam.
(FR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here