Home Berita Tebar Kebahagiaan Muharram: Pokmaswas Hijau Daun Santuni 50 Anak Yatim dan PT...

Tebar Kebahagiaan Muharram: Pokmaswas Hijau Daun Santuni 50 Anak Yatim dan PT PLN Nusantara Power UP Gresik Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan.

5
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Dalam rangka menyemarakkan bulan Muharram 1448 Hijriah, Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) Hijau Daun menggelar kegiatan berbagi santunan kepada anak yatim dan tali asih untuk pemuda di 5 RT Dusun Daun Laok (selatan), Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik, Selasa (30/6/2026) malam. Dalam momentum ini, PT PLN Nusantara Power UP Gresik perkuat komitmen pelestarian lingkungan mangrove di pulau Bawean.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Patekang Daun Laok, dihadiri Manager Pemeliharaan PT PLN Nusantara Power UP Gresik Irfan Ardiansyah, Asisten Manager SDM, Umum dan CSR Arif Wibowo, Asisten Manager Lingkungan Berta Ryza Harsativa beserta staf PLN Nusantara Power, Ketua Pokmaswas Hijau Daun Subhan beserta anggota, mantan Kepala Desa Daun Abdul Aziz, Kepala Dusun Daun Laok, tokoh masyarakat dan agama, Abdul Rasyid mewakili Plt Kantor UPT Destinasi Wisata Terpadu Bawean, adik-adik mahasiswa KKN dari UGM Yogyakarta, Universitas Brawijaya Malang, Uiniversitas Trunodjoyo Madura (Sumenep), serta 50 anak yatim penerima santunan.

Abdul Aziz mewakili Ketua Pokmaswas Hijau Daun, menyampaikan berbagi santunan kepada anak yatim merupakan bagian dari komitmen sosial yang selalu dilakukan dalam setiap kegiatan organisasi, dan merayakan bulan Muharram 1448 Hijriah.

“Ibadah yang baik bukan hanya salat dan puasa, tetapi seberapa banyak kita mampu meringankan beban orang lain. Sebagaimana sabda Rasulullah, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia,” ucapnya.

Abdul Aziz yang tak lain mantan Kepala Desa Daun, mengungkapkan bahwa berdirinya Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Hijau Daun sekitar tahun 2013 dari keprihatinan terhadap kondisi kawasan pesisir di wilayah Desa Daun yang mengalami abrasi cukup parah. Sekitar 49 hektar kawasan pesisir tidak bisa ditanami apapun akibat abrasi. “Berawal dari itu, Subhan bersama rekan-rekannya mulai aksi penanaman mangrove di wilayah pesisir dengan tujuan mencegah abrasi agar tidak semakin meluas dan melestarikan lingkungan pesisir,” katanya.

Penanaman mangrove tersebut kemudian mendapat dukungan dari berbagai pihak, karena menjadi benteng alami terpenting untuk mencegah abrasi dan mengurangi resiko banjir rob di kawasan pesisir. Sejak 2019, Pokmaswas Hijau Daun menjalin hubungan kerja sama dengan PT PJB yang kini telah bertransformasi menjadi PT PLN Nusantara Power.

Abdul Aziz mengucapkan terima kasih kepada PT PLN Nusantara Power UP Gresik yang hingga kini tetap konsisten mendukung pelestarian lingkungan kawasan mangrove di Desa Daun. Dukungan ini sangat berarti sekali bagi masyarakat Pulau Bawean khususnya masyarakat Desa Daun, ucapnya.

Sementara itu, Irfan Ardiansyah Manager Pemeliharaan PT PLN Nusantara Power UP Gresik, menegaskan komitmen berkelanjutan dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir pantai dan pemberdayaan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibility).

Irfan Ardiansyah menjelaskan, perusahaan yang sebelumnya bernama PT Pembangkit Jawa-Bali (PT PJB). Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah naungan PLN yang bergerak di bidang pembangkitan listrik dan penyediaan energi. Perusahaan ini pada tahun 2023 telah berganti nama menjadi PT PLN Nusantara Power (PLN NP).

Pulau Bawean menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian kami. PT PLN Nusantara Power UP Gresik berkomitmen mendukung program lingkungan maupun kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Irfan menambahkan, pada tahun ini PT PLN Nusantara Power UP Gresik menyalurkan sekitar 10 ribu bibit mangrove untuk mendukung rehabilitasi kawasan pesisir di Pulau Bawean. Ia berharap semoga bibit mangrove yang telah ditanam dapat membantu mengurangi abrasi dan menjaga kelestarian lingkungan di sepanjang garis pantai. Manfaatnya bukan hanya dirasakan hari ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang. “Ini membuktikan bahwa upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan secara bersama-sama mampu memberikan hasil nyata, bahwa kawasan yang dulunya mengalami abrasi hingga sekitar 49 hektar kita telah menghijau dengan mangrove. Kelestarian lingkungan pada akhirnya juga akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan berbagi berlangsung khidmat dan meriah dengan lantunan shalawat dari Al-Banjari Al-Hidayah Daun Laok (selatan). Selain itu, momen ini juga menjadi sangat berharga dalam memperkuat sinergi antara masyarakat, kelompok pegiat lingkungan, pemerintah, perguruan tinggi, dan PT PLN Nusantara Power UP Gresik dalam menjaga pelestarian lingkungan pesisir dan menjaga keseimbangan ekosistem. (FR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here