Home Berita TIM GUGUS COVID 19 ,GAGAL JEMPUT PASIEN.

TIM GUGUS COVID 19 ,GAGAL JEMPUT PASIEN.

646
0

Muaro jambi,peloporkrimsus.com – penjemputan pasien covid 19 oleh tim gugus covid 19 kabuten muaro jambi di warnai ketegangan. peristiwa itu terjadi di desa suka makmur kecamatan sungai bahar kabupaten muaro jambi, hal tersebut bermula ketika warga setempat di lakukan rapid oleh dinas kesehatan atau puskesmas setempat pada tanggal 29/1/2021, sebanyak 67 orang, 17 dinyatakan reaktif. Dan di lanjutkan pada hari sabtu tanggal 30/1/2021 terdapat 40 warga yang di rapit menunjukan 7 warga yang reaktif.

Sehingga pada hari kamis sekitar pukul 22,30. wib tim gugus covid 19 kabupaten datang untuk melakukan penjamput pasien yang di nyatakan terpapar covid 19 di dampingi 2 orang bidan dan Babinsa sebagai petugas covid 19 kecamatan serta kepala desa setempat.

Dalam hal tersebut terjadi silang pendapat pihak keluarga ketika itu yang di dampingi saudara manurung sebagai organisasi HBB ( HORAS BANGSA BATAK ) yang membidangi bidang kebudayaan, mempertanyakan kepada tim gugus covid 19 kabupaten dan kecamatan, perihal : 1 .meminta kepada tim gugus memperlihatkan hasil sweb dari badan BPOM jambi .2.kenapa hasil sweb pasien yang akan di jemput dan di nyatakan positif oleh pihak Dinkes muaro jambi berbeda dengan hasil sweb yang di lakukan secara pribadi di klinik pratama valencia jambi pada tanggal 3/2/2021, yang di keluarkan oleh dr. pemeriksa yaitu dr. Natalina manalu menunjukan hasil pasien yang mau di jemput negatif semua.3.kenapa ketika mulai di tetapkannya pasien dinyatakan reaktif dan di karantina di rumah menjelang di isolasi tidak di berikan bantuan sembako dari pihak Desa maupun pihak Dinkes sehingga kami dengan terpaksa harus mencari kebutuhan untuk di konsumsi.

Menanggapi hal tersebut tim gugus covid 19 yang di wakili Babinsa setempat menjelaskan, pasien ini dalam situasi di karantina mandiri kenapa pergi berobat tidak memberitahukan kepada pihak Dinas kesehatan, itu jelas melanggar pasal undang undang no. 6 tahun 2018 tentang kesehatan,

“kami di sini beserta tim gugus covid 19 hanya menjalankan tugas saja”,pungkas salah satu tim gugu.

Tim gugus pun kembali dengan tangan kosong dengan ada nya kejadian tersebut media peloporkrimsus.com melakukan investiigasi di tempat terpisah tepatnya di kantor kepala desa suka makmur kecamatan sungai bahar, kepala desa yudi kepada awak media menyampaikan pihaknya membenarkan kalau pasien selama di karantina mandiri belum mendapatkan bantuan sembako di karenakan dana desa yang di anggarkan untuk alokasi bantuan covid di tahun 2021 belum cair hingga saat ini.

Selang berapa lama dr. Heri selaku dr. puskesmas unit 5 datang ke kantor desa untuk memberikan penjelasan, terkait hasil perbedaan sweb PCR yang di lakukan pihak Dinas kesehatan muaro jambi dengan hasil rapit atau sweb antigen yang di lakukan pasien secara mandiri di klinik pratama valencia jambi, kalau sweb fcr tingkat ke akurasianya untuk menditeksi pasien corona mencapai 95% dan who, kushususnya di indonesia untuk penegakan diaknosa masih memakai sweb fcr, sementara yang di lakukan oleh pihak keluarga pasien itu memekai rapites antigen yang tingkat ke akurasianya hanya mencapai 60 sampai dengan 70 %.

“Kalau rapites antigen hanya sebagai secrining artinya tidak bisa sebagai penentu seseorang itu dinyatakan terpapar covid 19 atau tidak.pungkas dr.heri.(sidik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here