Home Berita UPT Pengelola Prasarana Perhubungan Bawean, Hanya Terfokus Pada Laut.

UPT Pengelola Prasarana Perhubungan Bawean, Hanya Terfokus Pada Laut.

132
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Prasarana Perhubungan Wilayah Bawean merupakan instansi Pemerintah Kabupaten Gresik, sebagai kepanjangan tangan dari tugas dan tanggungjawab Dinas Perhubungan yang diamanati oleh Kepala Daerah Kabupaten Gresik. Tentunya tugas-tugas yang dibebankan kepada UPT bagian dari tugas Dinas sebagai pemberi kewenangan untuk menjalankan roda pemerintahan di wilayahnya.

Menurut Dari Nazar, SH sekaligus advokat yang selalu mengkritisi kebijkan-kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, sangatlah aneh jika Kepala UPT Pengelola Prasarana Perhubungan Bawean sejak dilantik oleh Bupati Gus Yani sampai sekarang seakan-akan hanya memahami tugasnya di wilayah kelautan saja untuk menjaga Penyebrangan kapal, padahal tugasnya tidak hanya menyangkut wilayah kelautan tetapi ada bagian-bagian lain yang menyangkut wilayah darat yang harus dipikul oleh kepala UPT Pengelola Prasarana Perhubungan Bawean. Dalam hal ini sarana prasarana jalan umum, terbukti sudah sekitar lima malam lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dianggarkan oleh Pemerintah Daerah sepanjang jalan umum di Desa Tambak, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik Jawa Timur tidak pernah disentuh dan tidak pernah dilakukan pengontrolan walaupun sudah padam sekitar 5 malam berturut turut, Selasa (18/10/2022).

“Lampu PJU yang berada di area Desa Tambak tersebut, merupakan bagian kecantikan wajah jalan di perkotaan Desa Tambak, Kecamatan Tambak disamping keamanan bagi pengendara sepeda motor pada malam hari,” katanya.

Lebih lanjut Darinazar menegaskan, seharusnya kepala UPT Pengelola Prasarana Perhubungan Bawean cerdas menterjemahkan tugas dan tanggungjawabnya yang diberikan Bupati Gresik Gus Yani, tidak hanya seakan-akan duduk manis melihat penyeberangan laut saja. Jika dapat di evaluasi apa hasil yang diberikan UPT Pengelola Prasarana Perhubungan Bawean selama ini,” tanya Darinazar saat membeberkan atas temuan ini.

Selanjutnya, Saifuddin Rauf salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Tambak sekaligus ketua POSMAB LSM menyayangkan pula atas ketidak prihatinan UPT Pengelola Prasarana Perhubungan wilayah Bawean yang terkesan membiarkan matinya lampu PJU sampai lima malam. Hal ini terjadi karena kurangnya dilakukan kontrol dan perbaikan sama sekali padahal lampu tersebut menggunakan anggaran daerah, seharusnya Instansi tersebut punya tanggungjawab besar untuk melakukan kontrol terhadap sarana prasarana Pemerintah Daerah yang ada di Pulau Bawean,” cetusnya.

Saat diklarifikasi langsung kepada Kepala UPT Pengelola Prasarana Perhubungan Wilayah Bawean Nasrullah menyampaikan, terkait dengan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 26 titik yang padam di Desa Tambak, Kecamatan Tambak pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi dan telah melaporkan dengan bukti foto di lokasi kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik untuk ditindaklanjuti, Selasa (18/10).

“Tugas UPT hanyalah sebagai pengawasan, sedangkan untuk persoalan yang dihadapi seperti terputusnya jaringan dan tehnisi yang lain pihaknya hanya melaporkan ke Dinas,” ucapnya.

Masih Nasrullah menambahkan bahwa Kepala Bidang dan Kepala Seksi PJU akan datang langsung ke Bawean setelah menerima laporan ini. Ia, berharap seandainya masalah ini dipercayakan kepada pihaknya untuk perbaikan maka akan segera dilakukan dengan memanggil pihak dari tehnis Jaringan PLN, pungkasnya. Rabu (19/10/2022). (Fairi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here