Home Berita 10 Tahun Tinggal Digubuk Reot, Kakek Rao Butuh Perhatian Pemerintah

10 Tahun Tinggal Digubuk Reot, Kakek Rao Butuh Perhatian Pemerintah

415
0

Bima, Peloporkrimsus.com – Hasrin Sahadu atau biasa di sapa Baba Rao (65) bertempat tinggal di Desa Karampi, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat, Hanya hidup sebatangkara dan memprihatinkan dengan membuat beberapa orang menaruh rasa empati dan peduli akan keberadaan nasibnya.

Kakek tersebut tinggal di gubuk tua bekas bale-bale 4 tiang yang hampir roboh yang di Rt. 12 Rw. 06 Dusun Mambana,e. Ia pun tidak punya tempat tinggal lain sehingga keselamatannya sangat terancam ketika sedang hujan tidak  bisa tidur katakan saja bocor dan tidak terjamin dalam kesehatannya.

“Saya tidak pernah ada bantuan dari pemerintah manapun untuk di bangunkan Rumah Layak Huni (RLH), sementara saya hidup bujang tanpa berkeluarga”. Ungkap Hasrin Sahadu kepada media ini saat ditemui di gubuk tuanya, Kamis (20/06/19).

Dirinya pun mengakui bahwa tidak memiliki tempat tinggal lain selain gubuk ini. Ia hanya bisa tertunduk malu dan sedih.

“Awalnya gubuk tua ini di bangun oleh H. Darwis salah satu Pemilik kebun sekitar 10 tahun silam”. Jelasnya.

H. Darwis juga membenarkan saat ditemui oleh media ini bahwa  Hasrin Sahadu tidak memiliki keluarga lagi, tidak memiliki harta benda dan kekayaan lain dan tidak mampu lagi untuk bekerja guna melanjutkan kebutuhan hidupnya.

“10 tahun silam saya menyuruhnya untuk singgap di kebun saya dan di bangunkannya bale-bale 4 tiang sebagai tempat tinggalnya, tapi sekarang hampir roboh”. Jelas darwis pemilik kebun.

Kata Darwis, Kakek Hasrin Sahadu tetap mendapatkan bantuan berupa Raskin dari pemerintah Desa setempat. Tapi untuk kebutuhan tempat tinggal seperti rumah tidak pernah sama sekali dilirik oleh pemerintah. Dia hanya bisa ngelus dada dan meratapi nasib dengan suara lirih dan penuh keibaan.

“semoga saja pemerintah tau dan ngerti dengan penderitaannya yang selama ini tak pernah di perhatikan walau hanya untuk tempat tinggalnya saja”. Harapnya.

Kakek ini hanya bisa menggantungkan kehidupannya pada alam yang sekaligus menjadi rumah bagi dirinya, di usia se-tua ini, bahkam dirinha tetap bertahan dengan gubuk tuanya meskipun dengan keadaan cuaca yang rutin hujan, tetap setia berteduh di dalam gubuk 1×2 Meter itu.

Ditempat terpisah Kepala Desa Karampi, Drs. Rifdun H. Hasan. Mengatakan akan memprioritaskan dan membangunkan rumah yang layak.”Insyallah akan dibangunkan secepatnya,”pintanya.(Rif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here