Home Berita 5 Orang Nelayan Bawean Dikatakan Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Oleh Warga.

5 Orang Nelayan Bawean Dikatakan Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Oleh Warga.

2
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Akibat cuaca buruk yang melanda Pulau Bawean pada hari Kamis 17 November 2022 sekitar Pukul 15:00 WIB, selain merusak beberapa rumah warga dan membuat banyak pohon besar tumbang serta merusak tiang listrik PLN, juga mengakibatkan banyak nelayan hilang saat melaut.

Menurut informasi yang didapat di beberapa lokasi kejadian setelah angin kencang yang melanda pulau Bawean di Kecamatan Sangkapura, salah satu warga asal Dusun Pamasaran, Desa Dekatagung atas nama Rusdi tenggelam sekitar Pukul 17:00 WIB, dan terombang-ambing di laut selama 12 jam. Sekitar Pukul 06:00 WIB Rusdi ditemukan oleh salah satu warga Dusun Beringinan, Desa Sungai Teluk, setelah mendengar ada suara minta tolong dari arah pinggir pantai dengan berpegangan pada sebuah bambu dan pelampung yang diikatkan pada bagian anggota badannya, Jum’at (18/11/2022).

Di tempat terpisah 2 orang nelayan asal Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak setelah dilakukan pencarian oleh masyarakat nelayan Tanjunganyar, Jalil ditemukan selamat di kawasan pantai Dusun Poloasem dalam keadaan selamat dan Saidi ditemukan terombang-ambing di laut dekat karang bite’an pulau Gili Timur.

Menurut Kepala Desa Sidogedungbatu H. Supar mengatakan, akibat adanya angin kencang yang terjadi di pulau Bawean pada hari Kamis 17 November 2022, mengakibatkan dua (2) orang nelayan atas nama Tarisan dan Halik asal Pulau Gili Timur, saat melaut hilang tidak kembali. Atas kejadian ini pihaknya bersama warga mencoba melakukan pencarian, dimana sebelumnya telah mendapatkan informasi bahwa nelayan tersebut mengalami kerusakan mesin saat perjalanan pulang.

” Pencarian terus dilakukan oleh masyarakat nelayan keberbagai tempat biasa nelayan mencari ikan, namun tidak membuahkan hasil dan pencarian dihentikan saat malam tiba,” ujarnya.

Lebih lanjut, Supar panggilan akrabnya Kepala Desa Sidogedungbatu mengungkapkan bahwa kedua nelayan tersebut masih keluarganya sendiri. Pencarian terus dilakukan sampai tiga hari oleh pihak keluarga dibantu dengan nelayan setempat tanpa adanya pengawalan dari pihak aparat berwenang setempat, sampai pada akhirnya kedua nelayan tersebut ditemukan selamat yang lagi terombang-ambing dengan memberikan tanda bendera yang diikatkan pada bambu pada perahu klotoknya. Diperkirakan sekitar 65 mil dari pulau Bawean hanyut sampai memasuki perairan Pulau Masalembu, dan dievakuasi ke pulau Gili Timur dengan digandeng dua perahu klotok, Sabtu (19/11/2022).

Atas kejadian ini, Kades Supar telah memberikan himbauan sebelumnya kepada masyarakat khususnya masyarakat nelayan jika melaut untuk selalu memeriksa kondisi mesin, alat keselamatan dan perlengkapan perahu (klotok) seperti lampu, tali dan jangkar serta menyarankan untuk menyediakan mesin cadangan. Hal ini bertujuan jika sewaktu-waktu ada kerusakan mesin masih bisa menggunakan mesin cadangan, pungkasnya.

Di tempat terpisah, Kepala BMKG Bawean Ari Widjajanto menghimbau kepada masyarakat Bawean, jika ada awan Cb, Comulunimbus yang gelap dan besar dapat menimbulkan meningkatkan tinggi gelombang, angin puting beliung, hujan lebat, angin kencang, jarak pandang terbatas serta mengganggu olah gerak kapal untuk dihindari.

” Memasuki musim penghujan dengan cuaca yang tidak menentu diharapkan untuk semua masyarakat nelayan Bawean waspada dan berhati-hati saat melaut, jika cuaca buruk sebaiknya tidak melaut dan jika berada di laut segera untuk ke darat guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya. (Fairi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here