Home Berita PUTING BELIUNG MENGAMUK! Gedung Sekolah di Pesisir Kotabaru Roboh Diterjang Angin, Warga...

PUTING BELIUNG MENGAMUK! Gedung Sekolah di Pesisir Kotabaru Roboh Diterjang Angin, Warga Sempat Panik

123
0

KOTABARU,Peloporkrimsus.com – Terjangan angin puting beliung menerjang Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Selasa sore (3/3/2026). Dalam hitungan menit, bangunan lama SD Negeri 1 Rampa di kawasan pesisir Jalan Perumnas Rampa Baru RT 17 roboh dan rata dengan tanah.

Peristiwa mencekam itu terjadi secara tiba-tiba. Angin kencang datang disertai suara gemuruh keras yang membuat warga sekitar panik.

“Anginnya datang mendadak, sangat kencang. Terdengar suara gemuruh, lalu tidak lama kemudian ada dentuman keras,” ujar Fakih, warga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.

Dentuman tersebut ternyata berasal dari runtuhnya bangunan sekolah lama yang sudah lama tidak difungsikan. Beruntung, saat kejadian tidak ada warga di dalam bangunan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Gedung lama SD Negeri 1 Rampa diketahui telah lama kosong sejak kegiatan belajar-mengajar dipindahkan ke lokasi baru di Jalan Pembibitan, Desa Semayap. Meski tak lagi digunakan sebagai sarana pendidikan, bangunan tersebut masih kerap dimanfaatkan warga, terutama para nelayan.

Selama ini, gedung itu menjadi tempat berteduh saat cuaca buruk, memperbaiki mesin perahu, hingga menjahit jaring ikan. Tak heran, robohnya bangunan tersebut mengejutkan warga setempat.

Pantauan di lokasi menunjukkan sebagian besar struktur bangunan rata dengan tanah. Material kayu dan atap seng berserakan menutup sebagian akses di kawasan pesisir. Warga pun bergotong royong membersihkan puing-puing agar tidak membahayakan pengguna jalan dan nelayan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah penanganan lanjutan maupun rencana pembongkaran sisa bangunan yang masih berdiri. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan peninjauan guna mengantisipasi potensi bahaya dari struktur yang masih rawan ambruk.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat pesisir Kotabaru untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi.”(Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here