Home Berita Mapala Fakultas Teknik ULM Raih Dua Podium di IRC 2026 Banjarbaru

Mapala Fakultas Teknik ULM Raih Dua Podium di IRC 2026 Banjarbaru

14
0

BANJARBARU,Peloporkrimsus.com -Mapala Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (MFT ULM) mencatatkan prestasi pada ajang IMPAS-B Rope Challenge (IRC) 2026 Kalimantan Region yang digelar di Lapangan Dr. Murdjani, Banjarbaru.

Dalam kejuaraan yang merupakan rangkaian Dies Natalis XXIX IMPAS-B FKIP ULM tersebut, Muhammad Gilang Ramadhan (MFT/361/XLII/24) yang menjadi wakil tunggal MFT ULM berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Juara 3 Kategori Single Rope Technique (SRT) dan Juara Harapan 1 Kategori Prusiking dan Abseiling.

Meski hanya mengirim satu peserta, MFT ULM mampu bersaing dengan berbagai organisasi pencinta alam dari sejumlah daerah di Kalimantan. Gilang tampil konsisten sejak babak kualifikasi hingga fase gugur.

Pada kategori Prusiking Putra, ia mencatat waktu 5,08 detik dan menempati posisi delapan besar, yang mengantarkannya melaju ke babak Top 16 sebelum menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan dengan hasil yang memuaskan.

Kompetisi berlangsung ketat dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai organisasi pencinta alam yang memiliki pengalaman di bidang teknik tali dan penyelamatan vertikal. Dukungan dari senior, alumni, serta anggota MFT ULM turut menjadi energi tambahan bagi peserta selama pertandingan.

Ketua Umum MFT ULM, Zaki Masyarah, bersama jajaran organisasi juga hadir memberikan dukungan langsung selama kompetisi berlangsung. Solidaritas internal disebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga semangat bertanding.

Usai perlombaan, Gilang menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraihnya.
“Terima kasih abang dan mbak atas dukungannya. Kesempatan selanjutnya ulun usahakan lebih maksimal lagi,” ujarnya.

Dalam dunia mapala, prestasi bukan satu-satunya ukuran utama. Nilai yang lebih mendasar justru terletak pada kebersamaan lintas organisasi pencinta alam yang tumbuh dari kegiatan di alam terbuka, pendakian, pelatihan bersama, hingga pengalaman kemanusiaan di lapangan. Termasuk saat keterlibatan dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di kawasan Pegunungan Meratus dalam insiden helikopter jatuh, yang memperlihatkan kuatnya solidaritas antar organisasi.

Bagi MFT ULM, capaian ini menjadi bagian dari proses panjang kaderisasi yang telah berjalan sejak dekade 1980-an dan kini telah melahirkan ratusan anggota melalui Latihan Dasar (Latdas) hingga angkatan XLIII.

Prestasi ini menegaskan konsistensi MFT ULM dalam membina kader yang tidak hanya berprestasi di arena lomba, tetapi juga memiliki jiwa solidaritas dan ketangguhan di lapangan.”(Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here