Home Berita Nelayan Tanjunganyar Desa Lebak Dilaporkan Hilang Kontak Saat Melaut di Perairan Bawean,...

Nelayan Tanjunganyar Desa Lebak Dilaporkan Hilang Kontak Saat Melaut di Perairan Bawean, Pencarian Terus Dilakukan oleh Nelayan Tradisional.

85
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Seorang nelayan asal Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik, dilaporkan hilang kontak saat melaut pada Selasa (28/7/2026).

Korban yang diketahui bernama Ahmad Nizam (20) belum kembali ke rumah hingga waktu yang ditentukan, memicu kekhawatiran pihak keluarga dan warga sekitar.

Berdasarkan laporan yang diterima Kepala Desa Lebak, Fadal, korban diketahui berangkat melaut menggunakan perahu jenis jhukong berwarna hijau kombinasi merah dibagian dasar pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Kebiasaan korban biasanya sudah kembali ke daratan saat waktu maghrib, namun hingga malam hari, korban tidak kunjung kembali dan tidak ada kabar yang diterima pihak keluarga.

Merespons laporan tersebut, Kepala Desa Lebak, Fadal beserta Syaifuddin Kepala Dusun (Kasun) Tanjunganyar, bergerak cepat segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak hingga memberikan informasi kepada seluruh nelayan Bawean khususnya di wilayah barat untuk meminta bantuan. Selain itu, Kades Fadal sempat berkoordinasi dengan pihak Tim Basarnas KN SAR PERMADI yang ketepatan sedang sandar di Pelabuhan Bawean dalam rangka giat pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap nelayan asal Berondong yang dikabarkan hilang kontak pada Sabtu, 25 Juli 2026 di Perairan Bawean.

Kapten KN SAR PERMADI, Ardhi menyebutkan, pada Selasa (28/7) pihaknya telah bergerak cepat melakukan penyisiran di titik-titik tempat kapal KM Fatma Jaya 01 asal Berondong mencari ikan, namun belum membuahkan hasil hingga pada akhirnya harus bersandar di Pelabuhan Bawean akibat cuaca buruk, Rabu (29/7/2026).

“Pencarian rencana akan dilanjutkan pada hari ini, namun karena cuaca kurang bersahabat akhirnya pencarian untuk sementara waktu ditunda, dan melaporkan kepada pimpinan untuk langkah selanjutnya,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Dusun Tanjunganyar, Syaifuddin mengatakan bahwa nelayan Dusun Tanjunganyar pada Rabu pagi sudah melakukan pencarian terhadap Ahmad Nizam yang hilang. Pencarian tersebut mengerahkan nelayan setempat dengan menggunakan beberapa perahu jenis kalotok dan jhukong.

“Sempat ada kabar dari Stasiun Radio Pantai Bawean, bahwa ada informasi dari nahkoda TB Mitra Bahari 02 pada pukul 08.00 WIB, di koordinat 05° 50′ 271″ S 112° 26′ 275″ E., terlihat ada jhukong dengan ciri-ciri tersebut. Kemudian tim nelayan melanjutkan pencarian dan penyisiran dari titik koordinat yang telah didapat. Semoga Ahmad Nizam segera ditemukan dalam keadaan selamat,” katanya.

Abdul Aziz pegawai Kantor Stasiun Radio Pantai Bawean, menyampaikan saat TB Mitra Bahari 02 melintas di barat Bawean sempat melihat perahu jhukong dengan ciri-ciri warna hijau yang orangnya sedang memakai life jacket.

“Nahkoda TB Mitra Bahari 02 baru mengetahui dari radio pantai, bahwa perahu jhukong tersebut yang dilaporkan hilang. Saat pertama melihat tidak ada tanda-tanda minta tolong dari yang bersangkutan, akhirnya kapten TB Mitra Bahari 02 terus melanjutkan pelayaran menuju selatan. Andai saja korban memberikan isyarat minta tolong, pasti disamperin dan ditolong,” ucap Abdul Aziz menirukan Nahkoda TB Mitra Bahari 02.

Sampai berita ini diturunkan, korban atas nama Ahmad Nizam belum ada kabar. Sedangkan KN SAR PERMADI masih terlihat di Pelabuhan Bawean. (FR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here