Home Berita Anggota DPRD Kalsel Desak Audit Keselamatan Jalur Banjarbaru–Batulicin Usai Kecelakaan yang Tewaskan...

Anggota DPRD Kalsel Desak Audit Keselamatan Jalur Banjarbaru–Batulicin Usai Kecelakaan yang Tewaskan Tujuh Orang

68
0

BANJARMASIN,Peloporkrimsus.com – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin, mendesak pemerintah segera melakukan audit keselamatan secara menyeluruh di Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin setelah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan tujuh orang kembali terjadi di ruas jalan tersebut.

Politikus yang akrab disapa Bang Dhin itu menilai pemerintah perlu mengambil langkah nyata untuk mencegah kecelakaan serupa terulang, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu akses strategis yang menghubungkan Banjarbaru dengan Batulicin.

Menurut Bang Dhin, pembangunan Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin bertujuan mempercepat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan. Namun, ia menegaskan manfaat tersebut tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan pengguna jalan.

“Jalur ini dibangun untuk mempercepat konektivitas dan menggerakkan ekonomi. Namun, manfaat tersebut jangan sampai dibayar dengan nyawa masyarakat. Pemerintah tidak cukup hanya mengimbau pengendara agar berhati-hati,” tegas Bang Dhin.

Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, serta kepolisian segera melakukan audit dan pemetaan titik-titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur tersebut.

Selain itu, Bang Dhin mendorong pemerintah melengkapi infrastruktur keselamatan jalan, seperti pemasangan rambu lalu lintas yang memadai, marka jalan reflektif, penerangan jalan umum, pagar pengaman, pita penggaduh (rumble strip), hingga pembatas kecepatan di lokasi yang dinilai berisiko tinggi.

Menurutnya, evaluasi juga perlu mencakup kondisi tikungan tajam, tanjakan dan turunan, kualitas permukaan jalan, hingga kesiapan layanan darurat agar penanganan kecelakaan dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi insiden.

“Jangan menunggu korban berikutnya. Harus ada tindakan cepat, anggaran yang jelas, dan perbaikan permanen. Keselamatan masyarakat wajib menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Bang Dhin turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta berharap korban yang masih menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 11.30 Wita di Jalan Alternatif Batulicin–Banjarbaru, tepatnya di Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu.

Berdasarkan informasi awal dari kepolisian, kecelakaan bermula ketika sebuah mobil tangki yang melaju dari arah Banjarbaru menuju Batulicin diduga hilang kendali hingga masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan sebuah mobil pikap operasional Desa Batulicin Irigasi.

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.

Berdasarkan data sementara, kecelakaan tersebut mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat.

Korban meninggal dunia masing-masing adalah Abdi Cahya Girsang (mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat), Muhammad Ramadhani (mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat), Tegar Mangku Alamsyah, Nafa Izzatu Jannah (mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan), Nur’aini Salsabila (mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan), Veri Andi Saputra (pengemudi pikap sekaligus mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan), serta M. Ilyas, pengemudi mobil tangki.

Sementara itu, korban luka berat, M. Fahrizal Hasbi, mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, telah dirujuk untuk menjalani perawatan di RS Marina.

Peristiwa ini kembali memunculkan perhatian terhadap aspek keselamatan di Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin. Sejumlah pihak berharap hasil penyelidikan kecelakaan dapat menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan maupun sistem keselamatan di ruas tersebut guna mencegah terulangnya insiden serupa.”(Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here