Home Berita Bupati Gresik Menginstruksikan Pihak Pengawas APMS 01 Bawean Untuk Menjual BBM Langsung...

Bupati Gresik Menginstruksikan Pihak Pengawas APMS 01 Bawean Untuk Menjual BBM Langsung Di POM untuk Umum.  

16
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi untuk kepulauan Bawean dari Indonesia Merdeka hingga kini harga tidak pernah dirasakan oleh masyarakat Bawean. Hal ini disebabkan karena penyaluran BBM Bersubsidi ke pulau Bawean tidak pernah sesuai dengan realita di lapangan, namun hanya dijual dalam jumlah besar kepada pihak pelaku usaha minyak di POM tersebut.

Dari hasil himpunan awak media di POM APMS 01 yang berada di Dusun Beringinan, Desa Sungai Teluk, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik di Pulau Bawean, diketahui bahwa BBM yang datang dari daratan Jawa melalui kapal tanker setelah dilakukan bongkar muat BBM ke dalam mobil Pertamina dari pelabuhan Bawean langsung menuju POM yang ada di Pulau Bawean, namun anehnya BBM tersebut bukannya ditampung melainkan diisi kembali kedalam beberapa drum yang sudah berjejer di lokasi tersebut sebelumnya, Senin (28/11/2022).

Prapto, yang diduga sebagai pengawas dari pihak APMS 01 mengatakan, bahwa dirinya sudah pernah dipanggil oleh Bupati Gresik Gus Yani untuk segera melayani pengisian BBM secara langsung untuk umum di POM, namun hal tersebut sampai saat ini pihaknya masih belum melaksanakan instruksi dari Bupati Gresik Gus Yani tersebut, karena masih menunggu pihak Migas datang ke Pulau Bawean untuk melakukan pengecekan.

Lebih lanjut, Prapto menjelaskan bahwa POM sudah layak dan tinggal sedikit lagi pembenahan supaya bisa melayani pengisian BBM secara langsung untuk Umum. Penampungan BBM yang ada di POM ada dua tangki, dimana tiap-tiap tangki yang ada bisa menampung 16 Kl BBM dari jenis Pertalite maupun Biosolar, katanya.

“Selama ini BBM yang datang dari Pertamina tiap bulannya jenis Biosolar hanya 3 tangki atau setara dengan 24 kl, sedangkan untuk jenis Pertalite sendiri sekitar 112 kl atau 14 tangki, dan BBM tersebut sudah dimiliki oleh pihak pelaku usaha yang sudah selesai melakukan penebusan BBM tersebut,” ujar Prapto.

Salah satu anggota LSM GMBI wilayah Bawean di Kecamatan Sangkapura, Lukman terpaksa angkat bicara menyikapi permasalahan yang kerap terjadi di Pulau Bawean khususnya masalah BBM Jenis Biosolar.

“Selain koutanya yang sangat kurang harga di pasaran minyak jenis Solat dinilai sangat membebani masyarakat Bawean itu sendiri, khususnya para nelayan, dan petani yang sudah memasuki masa awal tanam padi,” ungkapnya.

Masih Lukman mengungkapkan, dalam hal ini sangat diharapkan sekali peran serta dan tindakan tegas dari pihak-pihak pemangku kebijakan dan penegak hukum di wilayah Sangkapura untuk lebih serius lagi merespon keluhan dan nasib dari masyarakat Bawean. Apalagi dalam hal ini Bupati Gresik Gus Yani sudah memanggil para pihak pengawas POM yang ada di Pulau Bawean untuk segera melayani pembelian dan pengisian langsung BBM untuk masyarakat umum di tempat.

Kami sebagai LSM GMBI di wilayah Bawean akan terus hadir untuk membantu dan peduli terhadap keluhan masyarakat Bawean, dan kami juga akan selalu berusaha untuk menjadikan Pulau Bawean lebih maju dalam Pemerintahan Gresik yang baru untuk suatu perubahan nyata, pungkas Lukman. (Fairi)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here