Home Berita Marak Bullying dan Tawuran Pelajar, Ketua BK DPRD Tanah Bumbu Serukan Aksi...

Marak Bullying dan Tawuran Pelajar, Ketua BK DPRD Tanah Bumbu Serukan Aksi Nyata: Orang Tua dan Sekolah Diminta Bergerak Bersama

33
0

TANAH BUMBU,Peloporkrimsus.com – 1 Mai 2026 Fenomena bullying dan tawuran pelajar yang kian marak di berbagai daerah menjadi sorotan serius publik. Berbagai kasus yang tersebar melalui media sosial, baik cetak maupun elektronik, menunjukkan bahwa kekerasan di kalangan remaja masih menjadi persoalan mendesak yang membutuhkan penanganan komprehensif.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Kehormatan DPRD Tanah Bumbu, Abdul Rahim, menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum maupun guru di sekolah. Ia menilai, peran orang tua memiliki posisi yang sangat penting dalam membentuk karakter anak.

“Kami mengharapkan para orang tua, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu, untuk terus memantau dan mengawasi anak-anaknya. Bangun komunikasi yang baik agar mereka tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah,” ujarnya.

Selain itu, pihak sekolah juga didorong untuk lebih aktif dalam memberikan edukasi serta pembinaan karakter kepada siswa. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi konflik yang dapat berkembang menjadi tindakan bullying maupun tawuran.

Rahim menekankan bahwa tanpa langkah konkret dan kolaboratif dari semua pihak, potensi kekerasan di kalangan pelajar akan terus berulang. Ia mengingatkan bahwa persoalan ini merupakan tanggung jawab bersama.

“Jangan sampai kita kehilangan lagi generasi muda hanya karena aksi kekerasan yang sebenarnya bisa dicegah,” tegasnya.

Bullying dan tawuran bukan sekadar tindakan kenakalan remaja, tetapi memiliki dampak serius bagi perkembangan fisik, mental, dan sosial anak. Korban bullying berisiko mengalami trauma psikologis, menurunnya kepercayaan diri, hingga depresi. Sementara pelaku kekerasan berpotensi tumbuh dengan perilaku agresif yang dapat berlanjut hingga dewasa.

Tawuran pelajar bahkan sering berujung pada luka berat hingga kehilangan nyawa. Selain merugikan individu, fenomena ini juga mencoreng dunia pendidikan dan merusak masa depan generasi penerus bangsa.

Upaya Pencegahan: Peran Kunci Orang Tua, Sekolah, dan Lingkungan
Pencegahan bullying dan tawuran membutuhkan keterlibatan semua pihak secara aktif dan berkelanjutan. Abdul Rahim mengungkapkan Beberapa langkah penting yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Peran Orang Tua
    Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak, menanamkan nilai agama, etika, dan empati sejak dini. Pengawasan terhadap pergaulan anak, terutama di luar jam sekolah, menjadi kunci utama.
  2. Peran Sekolah
    Sekolah diharapkan tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pendidikan karakter. Program anti-bullying, konseling, serta deteksi dini konflik antar siswa perlu diperkuat.
  3. Peran Lingkungan dan Masyarakat
    Lingkungan yang positif akan membantu membentuk perilaku anak. Kegiatan sosial, olahraga, dan komunitas kreatif dapat menjadi wadah penyaluran energi remaja secara sehat.

Fenomena bullying dan tawuran menjadi peringatan bahwa pembinaan generasi muda tidak bisa dilakukan secara parsial. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Dengan langkah bersama dan kesadaran kolektif, diharapkan kasus-kasus kekerasan di kalangan pelajar dapat ditekan, sehingga generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak, dan berdaya saing.”(Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here