Gresik,peloporkrimsus.com – Operasi pencarian nelayan hilang di perairan Bawean resmi dihentikan setelah Tim Nelayan Tradisional melakukan pencarian intensif selama 3 (tiga) hari tanpa membuahkan hasil. Keputusan penghentian operasi pencarian nelayan hilang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Lebak dengan mempertimbangkan berbagai hal.
Korban diketahui bernama Ahmad Nizam (20), warga Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik. Ia dilaporkan hilang setelah diduga mengalami kecelakaan saat melaut seorang diri untuk memancing.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Ahmad Nizam berangkat melaut menggunakan perahu jenis jhukong pada Rabu, 28 Juli 2026 sekitar pukul 08.00 WIB. Namun hingga malam hari korban tidak kembali ke daratan, sehingga membuat kekhwatiran keluarga dan warga setempat.
Upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban dilakukan dengan melibatkan nelayan setempat hingga nelayan dari Desa Dekatagung. Selain itu, meminta bantuan Kantor Stasiun Radio Pantai Bawean dan para pemandu radio alam Bawean untuk menginformasikan kepada kapal-kapal yang melintas di sebelah barat Bawean, guna membantu melakukan pemantauan dan melaporkan jika melihat tanda-tanda nelayan minta tolong.

Selama tiga hari pelaksanaan operasi pencarian terhadap korban tetap tidak membuahkan hasil. Namun di hari kedua pencarian, tim pemandu alam radio Bawean menerima informasi dari Nahkoda TB KSA 175, bahwa di titik koordinat 5°47.470′ S 111°56.961′ E sebelah barat Bawean terlihat perahu jhukong terbalik tanpa awak. Setelah videonya dikirimkan ke beberapa nelayan yang ikut dalam operasi, bahwa perahu jhukong tersebut benar milik korban.
Kepala Desa Lebak, Fadal SH., mengatakan selama 3 hari pelaksanaan operasi pencarian dilakukan oleh nelayan setempat dan dibantu nelayan desa sebelah, namun tetap belum membuahkan hasil. Berbagai metode diterapkan, mulai dari pencarian menggunakan kapal jhukong hingga klotok untuk melakukan pemantauan pada sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban.

“Meski kondisi cuaca selama operasi relatif cerah, pencarian tidak berjalan mudah. Tim menghadapi tantangan berupa gelombang laut yang cukup tinggi sehingga memengaruhi efektivitas penyisiran di sejumlah sektor pencarian,” ujarnya.
Setelah seluruh upaya pencarian dilakukan secara maksimal dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, Kepala Desa Lebak, Fadal menggelar evaluasi bersama keluarga korban. Maka Pemerintah Desa Lebak dengan mempertimbangkan berbagai hal, operasi pencarian terhadap Ahmad Nizam resmi dihentikan pada Jum’at (31/7/2026).
Kades Fadal menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian, baik dari unsur masyarakat dan warga, relawan, radio pantai Bawean, TNI/ Polri, pemerintah dan lembaga terkait, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan, dan doa. “Terima kasih atas solidaritas dan doa seluruh masyarakat, semoga segala ikhtiar, pengorbanan dan kebaikan yang telah diberikan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” ucap Kades Fadal. Sabtu (1/8/2026).
Meski operasi pencarian resmi dihentikan, Kades Fadal menegaskan akan tetap melakukan pemantauan. Apabila di kemudian hari muncul informasi baru mengenai keberadaan korban, operasi pencarian dapat dilaksanakan kembal.
Sekadar diketahui, walaupun operasi pencarian terhadap Ahmad Nizam resmi dihentikan, namun pihak keluarga masih berharap korban ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara itu, sejak Sabtu pagi (1/8) nelayan setempat masih melakukan penyisiran di sepanjang pesisir pantai dengan menggunakan jhukong dan berjalan kaki. (FR)



