Home Berita Ratusan Warga Kecamatan Tambak Bawean Terdeteksi Katarak, Perlu Penanganan Segera.

Ratusan Warga Kecamatan Tambak Bawean Terdeteksi Katarak, Perlu Penanganan Segera.

19
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Katarak merupakan penyebab kebutaan terbesar di Indonesia. Dimana penderitanya butuh penanganan segera untuk menghindari adanya kebutaan tersebut. Baru ini, dari hasil temuan mengejutkan datang dari Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik di Pulau Bawean, ternyata ratusan warganya terindikasi Katarak dan beberapa diantaranya bahkan tidak mengetahuinya.

Berdasar pemeriksaan mata dasar tim Eyelink Foundation selama tiga hari mulai tanggal 24 hingga 26 November 2022 di Kecamatan Tambak ditemukan sekitar 112 Lanjut Usia (Lansia) terindikasi Katarak, dan 41 lansia terindikasi P terygium dari total 389 lansia yang diperiksa di UPT Puskesmas Tambak dari 13 desa, Sabtu (26/11/2022).

Menurut Surya Bagus Jatmiko selaku koordinator tim Eyelink Foundation mengatakan, beberapa diantaranya memang mengeluh mata buram dan terkendala dalam beraktivitas, namun menganggap hal tersebut bukan suatu masalah besar.

Lebih lanjut, Surya Bagus Jatmiko menyebutkan, pemeriksaan mata dasar (skrining) ini merupakan agenda pembuka dari program “Membuka Lentera Bawean” Eyelink Foundation dengan berbagai pihak seperti Dinas Kesehatan Gresik, Natamata Eyewear, Klinik Mata Kamu, Perdami, IDI, Ika Unair, Kodim dan masih banyak lainnya. Dimana program ini memang fokus dalam program pemberantasan kebutaan karena gangguan penglihatan dalam kurun waktu 1 tahun ke depan hingga akhir Desember 2023.

“Selain operasi katarak gratis, kita juga berikan operasi p terygium gratis dan kaca mata gratis bagi siswa sekolah,” jelasnya.

Kurdi (64) warga asal Telukjatidawang mengakui bahwa dirinya merasa sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan gratis ini, dimana gejala mata buram yang ia alami selama ini terjawab sudah, ternyata penyakit mata saya katarak ya!? celetuknya.

Masih Kurdi mengungkapkan, penglihatannya mulai buram di beberapa tahun terakhir. Karena masih merasa bisa beraktivitas, maka hal ini tidak terlalu ia khawatirkan. Ia bersyukur, bila sebentar lagi ia akan melakukan aktivitasnya sebagai nelayan kembali dengan penjelasan lebih jelas. Dirinya sudah tidak sabar untuk segera dioperasi, tadi juga sudah dijelaskan kalau operasinya cepat dan tidak sakit, jadi lega, ungkapnya saat diperiksa di UPT Puskesmas Tambak.

Kepala UPT Puskesmas Tambak dr. Zulfiyan Nasrullah mengatakan, dengan datangnya tim Eyelink Foundation ini sangat membantu masyarakat di Pulau Bawean khususnya di Kecamatan Tambak, terutama yang kurang mampu, termasuk membantu mencegah kebutaan akibat katarak.
Sebab, poli mata dan juga tindakan Operasi Katarak belum ada disini. Sedangkan akses untuk ke daratan Gresik kan membutuhkan biaya, mulai transportasi hingga penyewaan yang membutuhkan tambahan biaya, katanya.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Sangkapura, karena penemuan terhadap penderita katarak yang cukup tinggi. Kegiatan digelar di UPT Puskesmas Sangkapura Pukul 08:00 WIB sampai akhir bulan November, Senin (28/11/2022).

Dimana dikatakan bahwa di Kecamatan Sangkapura, pasien juga banyak ditemui yang mengalami gejala katarak seperti penglihatan kabur, penurunan tajam penglihatan, sering berganti kacamata, hingga kerap mengalami silau. Jika sudah terindikasi katarak maka harus segera dilakukan operasi katarak untuk mengembalikan kondisi penglihatan agar aktivitas tidak terhambat, dan penderita bisa lebih produktif lagi.

Kegiatan skrining ini akan dilaksanakan selama tiga hari ke depan di UPT Puskesmas Sangkapura untuk lansia mulai tanggal 28 hingga 30 November 2022, dan untuk siswa sekolah terbagi menjadi tiga lokasi di wilayah Sangkapura. Dimana hari senin pertama pelaksanaan dilakukan di Pustu yang berada di Sungai Raya Desa Lebak, di hari selasa dilaksanakan di UPT SDN 347 Gresik (SAMUTU), dan di hari terakhir akan dilaksanakan pemeriksaan di Balai Desa Daun. (Fairi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here