Home Berita Salah Satu Nelayan Tradisional Bawean Menghilang Saat Melaut.

Salah Satu Nelayan Tradisional Bawean Menghilang Saat Melaut.

2
0

Gresik,Peloporkrimsus.com –  Sudah lima hari menghilang salah satu warga nelayan asal Dusun Labuhan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik Jawa Timur, saat melaut dengan menggunakan kapal (klotok), untuk menangkap ikan di perairan laut Bawean belum kunjung kembali.

Menurut Kepala Desa Tanjungori Nurahli mengatakan, bahwa informasi tersebut benar adanya dan pihaknya sudah mendatangi rumah yang bersangkutan di Dusun Labuhan, Jum’at (30/9/2022).

Masih Kades Nurahli menjelaskan, Nelayan yang hilang tersebut atas nama Mudi (67) Dusun Labuhan yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan tradisional dengan menggunakan perahu klotok untuk menangkap ikan di laut, namun tidak kunjung datang disaat nelayan yang lainnya sudah pada pulang di sore hari, dan pencarian terus dilakukan oleh nelayan setempat dengan bantuan dari ketua nelayan setempat, namun sampai saat ini masih belum ada informasi keberadaannya Mudi, katanya.

Menurut keterangan Ketua Nelayan Dusun Labuhan Mawek (50) nama panggilan akrabnya menjelaskan, bahwa diketahui bahwa Mudi berangkat melaut pada hari kamis tanggal 29 September 2022 sekitar Pukul 07:00 WIB, namun ketika pada sore hari yang bersangkutan tidak kunjung datang sampai malam. Hal ini membuat Satomah (60) istri Mudi merasa kuatir dan menanyakan kepada nelayan di sekitarnya.

Satomah juga menceritakan bahwa suaminya sebelum berangkat melaut mengeluh sakit kepala, namun tetap berangkat melaut.

“Ketidakpulangan Mudi saat melaut membuat istrinya bertambah kuatir dan meminta tolong kepada nelayan setempat untuk mencarinya. Pencarian dilakukan besok harinya sekitar Pukul 05:00 WIB oleh nelayan setempat dengan menggunakan tiga (3) perahu klotok sampai 30 mil penyisiran yang dilakukan di perairan laut Bawean, namun tidak membuahkan hasil, Jum’at (30/9), ujarnya Mawek.

Lebih lanjut, Mawek menambahkan pencarian itu dilakukan dari pagi hari sampai sore hari sekitar Pukul 17:00 WIB, karena tidak ada tanda-tanda adanya saudara Mudi, akhirnya pencarian dihentikan oleh nelayan dan kembali pulang ke darat. Masalah tersebut pihaknya sudah melaporkan ke pihak aparat setempat untuk membantu dalam musibah ini termasuk melaporkan ke pihak Polairud yang ada di Pulau Bawean, tutup Mawek ketua nelayan Labuhan.

Di tempat terpisah, Bripka Shodiq Susantu selaku Danpol 1043 Satuan Polairud Polres Gresik Wilayah Bawean mengatakan, masalah ini sudah dilaporkan kepada pimpinan yang ada di daratan Jawa untuk ditindaklanjuti, dan mendatangi rumah korban untuk memberikan semangat kepada Satomah istri Mudi dan keluarga untuk tetap sabar dan berdoa semoga Mudi bisa dengan secepatnya ditemukan dengan keadaan selamat, terangnya Shodiq.

Masih Shodiq, sapaan akrabnya menambahkan pihaknya sudah menginformasikan masalah ini kepada semua nelayan di wilayah Bawean jika menemukan untuk segera menolong dan melaporkan ke pihaknya. Senin (3/10/2022). (Fairi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here