Home Berita TERNYATA DI TANAH BUMBU MASIH ADA RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH) ...

TERNYATA DI TANAH BUMBU MASIH ADA RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH)  

2187
0

Tanah bumbu, PH-Krimsus : Pencanangan program satu juta rumah oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam mengurangi Backlog (kesenjangan hunian) di Infonesia. Hendaknya di jalan kan dengan penuh tanggung jawab, jangan sampai Tim penentu dilapangan lolos menentukan mana yang layak dan memenuhi persyarat dan tidak pilih kasih.

Dalam arti masyarakat berhak mendapatkan pasilitas bedah rumah apabila memenuhi syarat – syarat antara lain :
1. Warga Negara Indonesia yang sudah berkeluarga.
2. Menguasai tanah, namun belum memiliki rumah.
3. Memiliki dan menempati rumah satu keluarga dengan kondisi rumah tidak layak huni (RTLH).
4. Belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah.
5. Berpenghasilan upah minim.
Direktorat jenderal menyediakan perumahan kementrian PUPR menyalurkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), sebagai program rumah untuk mengatasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Dengan adanya program tersebut kita harapkan semua warga yang dibawah garis kemiskinan akan mendapatkan fasilitas program tersebut, sehingga kesejahteraan akan bisa merata di seluruh bumi pertiwi ini.

Tim Media Investigasi Pelopor, ada mendapatkan salah satu keluarga dibawah garis kemiskinan, dengan menempati sebuah gubuk dengan dinding dan beratapkan daun rumbia, menempati sebidang tanah dengan ukuran 40 m x 10 m, mempunyai tanah Hak milik, mempunyai rumah tidak layak huni (RTLH), dan hidup miris dan pas – pasan, klo sudah hujan disana sini terlihat bocor, untuk makan saja belum tentu bisa tiga kali sehari. Nama beliau : Saiful Anwar, Beralamat di jalan : Ingub Gg. Karateng II Rt. 011. Rw. 004. kel. Kampung Baru. Kec. Simpang Empat, Kab. Tanah Bumbu. Mempunyai surat keterangan tidak mampu, no. 11/SKTM-LKB/I/2018. Surat Keterangan Domisili, No. 100/014/SKD-LKB/I/2018. Yang kami pertanyakan adalah mengapa setiap tahun dalam menjalankan program – program bedah rumah keluarga tersebut tidak pernah tersentuh oleh Tim dilapangan.

Kretaria apa yang harus di penuhi, semoga saja dipilih bukan berdasarkan karena kekeluargaan atau kekerabatan. Setiap tahun nya program tersebut tetap berjalan dengan prestasi yang perlu di acungi jempol dengan target terpenuhi. Yang sangat kita sayangkan lagi adalah keberadaan rumah yang bersangkutan tidak jauh dengan pejabat pemerintah yang saat ini msih aktip dan dapat memberikan kan informasi dan wewenang kepada instansi terkait yang melaksanakan program tersebut.

Dari sisi lain pejabat kabupaten Tanah Bumbu mempunyai kinerja bagus dan terpuji untuk sesama. Contoh baru saja melaksanakan penggalangan dana untuk rakyat palestina, hingga dapat menghimpun dana keseluruhan sebanyak Rp. 1,4 milyar, ini merupakan kesuksesan yang luar biasa dan dapat di banggakan untuk para penjabat dan pengusaha di Tanah Bumbu. Namun jangan juga di lupakan, keberadaan warga masyarakat yang ada, untuk bisa hidup layak dan tidur nyenyak dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia, yang sudah 74 tahun terlepas dari penjajah dalam era kemerdekaan. Harapan kita jangan sampai “Semut di seberang lautan kelihatan, sedangkan Gajah di pelopok mata tidak kelihatan”.

Untuk ini kita menghimbau terutama kepada Tim bedah rumah sebagai penentu, Kepala Desa, Lurah, Dinas Sosial serta Dinas Tata Kota untuk bersinergi membantu masyarakatnya. sehingga kabupaten Tanah Bumbu dapat menjalankan roda pemerintahan secara bersih, bersyukur, jujur dan beriman. (Tim Pelopor).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here