Home Berita WAGUB JAMBI DAN WABUB MUARO JAMBI KOMPAK HADIRI TANAM PERDANA PSR.

WAGUB JAMBI DAN WABUB MUARO JAMBI KOMPAK HADIRI TANAM PERDANA PSR.

10
0

Muaro jambi,peloporkrimsus.com – Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, di bidang perkebunan dan pertanian khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit yang saat ini telah masuk proses peremajaan di karenakan umur sawit petani di atas 25 tahun dan mengalami penurunan hasil produksi, maka sesuai program pemerintah pusat dari kementerian pertanian dan perkebunan, untuk di lakukan peremajaan kembali, dengan melalui program PSR peremajaan sawit rakyat yang di danai oleh pemerintah pusat dengan mekanisme hibah Rp. 30.000.000 per hektar melalui Dirjenbun dan di kelola oleh BPDPKS badan pengelola dana peremajan kelapa sawit yang nantinya akan di kucurkan kepada setiap KUD, GAPOKTAN atau KOPERASI yang ikut program PSR, seperti koperasi PRODUSEN BAKTI NUSANTARA LIMA ENAM yang terdapat di desa panca bakti kecamatan sungai bahar kabupaten muaro jambi.

Pada hari selasa 1/9/2021, telah melakukan tanam perdana PSR dengan luas lebih kurang 55 hektar dengan pola kemitraan kepada perusahaan perkebunan BUMN PTP NUSANTARA VI, Hadir dalam acara tersebut wakil gubernur jambi H ABDULLAH SANI M.pdi ,WAKIL BUPATI muaro jambi BAMBANG BAYU SUSENO Sp.MM S.m.i, Direktur PTPN VI M ISWAN ACHER, kadisbun propinsi jambi Agusrizal kadisbun kabupaten muaro jambi Nur Subiyantoro kapolsek sungai bahar IPTU M.SUEB DALIMUNTE, DANRAMIL 13 MESTONG kAPTEN INF.AL AZHAR beserta anggotanya, camat sungai bahar HARTONO S.E, camat bahar selatan TUSIYEM spd, camat bahar utara SAMDIYA S.pd, ketua KOPERASI PRODUSEN BAKTI NUSANTARA LIMA ENAM MULYANTO.

Dalam sambutanya wakil Bupati muaro jambi yang akrab di panggil BBS mengatakan ” Mengingat produksi sawit saat ini telah menurun, dirinya menilai PSR ini layak di laksanakan yang di bantu oleh kementerian ekonomi, kementerian pertanian, BPDPKS yang sudah menunjang baik secara tehnis di lapangan bekerja sama dari semua kalangan dan stake holder yang ada, juga tak kalah penting bagaimana cara memikirkan bersama dengan wakil gubernur dalam melakukan perencanaan ini secara terintegrasi terkait kehidupan calon petani PSR selama repelanting sampai menghasilkan”, ungkap nya.

“Dirinya berharap ada keberpihakan anggaran dari pemerintah untuk mengantisipasi pada masa repelanting, agar petani bisa melakukan tanaman tumpang sari seperti jagung, kedelai, bahkan semangka, agar nanti baik pemkab maupun pemda propinsi jambi, bisa mengukur bantuan seperti pupuk yang intinya bisa menunjang perekonomian sampai repelanting ini bisa produksi kembali”, lanjutnya.

Juga tak lepas sambutan dari wakil gubernur jambi H ABDULLAH SANI, dirinya menyampaikan sangat mensuport terkait program PSR, pihaknya meminta jangan ragu untuk bermitra dengan PTP NUSANTARA VI, menurutnya peran PTP VI dan keberadaanya serta ke exsistensianya dan bahkan manfaatnya sudah sama-sama kita rasakan, sawit adalah komoditi yang masih tertinggi di propinsi jambi di sektor perkebunan dan pertanian, yang kesemua itu bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat agar mencapai masyarakat yang sejahtera, disampaikan juga luas perkebunan sawit di propinsi jambi lebih kurang 143,000,434 hektar yang di kelola oleh beberapa perusahan, Ada sekitar 112,000 hektar yang umurnya sudah tua, hingga berakibat menurunya hasil produksi, dan di tambah bergulirnya waktu akan selalu bertambah banyak, maka dengan adanya program PSR ini semoga kedepan perekonomian masyarakat propinsi jambi akan lebih baik.

Di tahun 2021 pemerintah pusat menargetkan PSR kepada pemerintah propinsi jambi sebanyak 18.000 hektar, dan untuk kabupaten muaro jambi sebanyak 4000 hektar yang di gelontorkan oleh BPDPKS untuk program PSR Rp 30.000.000 per hektar, itu bentuk keberpihakan dan perhatian pemerintah kèpada masyarakat.

Selama ini dana PSR yang sudah masuk ke propinsi jambi sebesar rp 411 milyar dengan luas areal 15713 hektar, untuk kabupaten muaro jambi kurang lebih rp 60 milyar dengan luas areal 2256 hektar yang di manfaatkan oleh 9 kelembagaan petani dan di peruntukan untuk PSR.

Dalam pelaksanaan PSR ada dua pola di kelola oleh kelembagaan petani atau di kelola oleh perusahaan perkebunan dalam konsep kemitraan, seperti koperasi PRODUSEN BAKTI NUSANTARA LIMA ENAM bermitra dengan PTP NUSANTARA VI, dengan luas kurang lebih 55 hektar, di harapkan ke depan bisa lebih baik hingga mampu meningkatkan perekonomian pekebun petani sawit, papar nya.(sdk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here