Gresik,peloporkrimsus.com – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bawean bekerjasama dengan Politeknik Pelayaran Surabaya sukses melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Angkatan 3 di pulau Bawean. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 18 Mei 2026 di Gedung KPRI Nusa Indah Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik.
Diklat Pemberdayaan Masyarakat Angkatan 3 Poltekpel Surabaya 2026 diikuti oleh 150 peserta dari kecamatan Sangkapura dan Tambak di Pulau Bawean.

Peserta Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM), pada Jum’at pagi 22 Mei 2026 mengikuti praktik
pemadaman api di halaman Kantor UPP Kelas III Bawean. Kegiatan tersebut, sebagai bagian dari kurikulum keselamatan dan kesiapan darurat pelayaran. Latihan ini sangat penting untuk memastikan para peserta yang dipersiapkan menjadi pelaut profesional atau masyarakat maritim memiliki keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Dr. Capt Arleiny, S.Si.T., M.M., M.Mar. Kepala Unit Diklat Keterampilan, dan Mochammad Zainuddin, S.Si.T., M.H., M.Mar.E. salah satu dosen pengajar dan pembimbing di Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya.

Dr. Capt Arleiny mengatakan bahwa peserta Diklat mengikuti praktik pemadaman api sebagai bagian dari kurikulum pelatihan keselamatan maritim, seperti Basic Safety Training (BST) atau Advance Fire Fighting (AFF). Selain itu, peserta juga mengikuti praktik survival di laut.
“Peserta dilatih untuk mengatasi berbagai tipe kebakaran, menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga menggunakan hydrant system.Tujuan utama pelatihan dasar pemadaman kebakaran adalah membekali individu dengan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan keterampilan praktis untuk mencegah kebakaran, serta bertindak cepat, tepat, dan aman dalam menangani situasi darurat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Capt Arleiny juga mengajarkan kepada peserta Diklat cara melompat ke air saat terjadi kebakaran di atas kapal yang hampir tenggelam. “Prioritaskan untuk tidak panik, segera kenakan jaket pelampung (life jacket), dan pastikan air di bawah bersih dari puing-puing atau orang lain. Gunakan satu tangan untuk menutup hidung dan menahan jaket pelampung, tangan lainnya menyilang di dada untuk melindungi wajah. Pastikan kaki mendarat terlebih dahulu. Jika ada korban lain di air, saling merapatkan badan satu sama lain untuk menjaga suhu tubuh dan lebih mudah terlihat oleh tim SAR,” tegasnya.
(FR)



