Gresik,peloporkrimsus.com – Jema’ah Sholawat Bawean bersama PCNU Bawean kembali menggelar pengajian umum dan sholawat dalam rangka menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pada Jum’at malam (24/7/2026).
Acara yang digelar di Alun-Alun Sangkapura berlangsung khidmat dengan lantunan sholawat yang mengema. Ribuan jemaah hadir, mulai dari tokoh ulama, tokoh masyarakat, aparatur pemerintah hingga para santri serta warga sekitar dan luar kecamatan Sangkapura. Hadir pula KHR. Muhammad Kholil As’ad Syamsul Arifin, pengasuh pondok pesantren Wali Songo Situbondo yang memberikan tausiyah keagamaan.

Salah satu jemaah, Sofyan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berkumpul biasa di taman terbuka, melainkan menyatukan hati warga Pulau Bawean dengan bersholawat dalam momentum menyambut peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Selain itu, membumikan Pulau Bawean dengan sholawat berharap curahan rahmat dari Allah SWT.
Dalam sambutannya, K.H. Ali Asyhar, M.M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Pengajian Umum dan Sholawat di Alun-Alun Sangkapura. Menurutnya, setiap bentuk pengorbanan, baik berupa harta, tenaga, maupun pemikiran, merupakan amal kebaikan yang akan mendapatkan balasan dari Allah SWT.

Beliau juga mengajak jemaah untuk tidak meremehkan kehadiran di majelis ilmu, dzikir, dan sholawat. Meskipun tidak diketahui banyak orang atau dipublikasikan melalui media sosial, setiap langkah menuju majelis ilmu, menurutnya, telah dicatat sebagai amal ibadah di sisi Allah SWT.
Selain itu, Dr. Ali Asyhar mengingatkan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan. Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, umat Islam diharapkan tetap berpegang teguh pada akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam bertutur kata dan berinteraksi dengan sesama.

Beliau menegaskan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berkata kasar, mencaci, maupun menyakiti orang lain dengan lisannya. Karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda, diimbau untuk bijak dalam menggunakan media sosial dengan mengedepankan tutur kata yang santun, tidak menyebarkan ujaran kebencian, serta membiasakan menyampaikan pesan-pesan yang baik dan bermanfaat.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KHR. Muhammad Kholil As’ad menyampaikan bahwa bulan Maulid merupakan momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa cahaya Islam bagi semesta alam. “Selain itu, Maulid juga menjadi ajang refleksi diri sekaligus meneladani perilaku Rasulullah. Beliau adalah suri teladan terbaik bagi umat manusia, dan keteladanannya akan tetap relevan hingga akhir zaman,” jelasnya
KHR. Muhammad Kholil As’ad menyerukan kepada seluruh jemaah agar senantiasa memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, sholawat merupakan penerang hati yang akan menghubungkan seorang hamba dengan Rasulullah SAW melalui kecintaan dan keteladanan.
“Meneladani akhlak, adab, dan kejujuran Nabi Muhammad SAW. Jika Rasulullah dijadikan idola, maka sifat-sifat beliau akan dicintai oleh pengikutnya. Meneladani beliau adalah wujud rasa cinta kita atas kelahirannya sekaligus merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW,” tegasnya.
Beliau juga mengajak jemaah untuk menjadikan sholawat sebagai amalan yang istiqamah dalam kehidupan sehari-hari. Selain mempererat hubungan dengan Rasulullah SAW, sholawat juga menjadi sarana memperoleh rahmat, keberkahan, dan syafaat beliau kelak di hari kiamat. Karena itu, KHR. Muhammad Kholil As’ad mengimbau umat Islam agar terus menghadiri majelis ilmu, dzikir, dan sholawat sebagai ikhtiar memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. (FR)



