Home Berita “Keberadaan Diduga Mobil Brio Bodong di Rumah Oknum Polisi, Media Diintervensi Dituduh...

“Keberadaan Diduga Mobil Brio Bodong di Rumah Oknum Polisi, Media Diintervensi Dituduh Media Bodong Saat Meliput Dilokasi.

84
0

Muaro Jambi,peloporkrimsus.com -Keributan antara sekelompok Pengamanan Objek Jaminan Fidusia (PEOJF) dengan oknum polisi mengguncang kawasan Kebun Sembilan, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis sore (04/06/26).

Insiden yang terjadi di halaman rumah oknum polisi tersebut sontak menghebohkan warga sekitar yang berkerumun menyaksikan adu argumentasi yang nyaris berujung dorong dorongan.

Peristiwa bermula dari pihak perusahaan pembiayaan (leasing) POJF yang mendeteksi keberadaan unit mobil Brio putih milik perusahaan di wilayah Jambi.

Namun, saat dihampiri dirumah, mobil tersebut diduga kuat telah berubah warna fisik, mengindikasikan upaya penghilangan identitas kendaraan.

Tim PEOJF yang mendapat tugas dari dari TA Asset kemudian melakukan kroscek ke lokasi.

Berawal dari petugas PEOJF yang menghampiri rumah oknum polisi, perkenalan sekaligus menjelaskan permasalahan terkait 1 buah unit yang digunakan oknum tersebut, dari pihak PEOJF meminta izin untuk masuk kerumah pada awal ny berjalan persuasif dan humanis, pihak dari PEOJF dipersilahkan masuk kerumah ateng (pemegang unit) diduga Polisi dan mediasi pada awal nya terasa santai, bahkan dari pihak PEOJF menawarkan ganti rugi atas uang yang sudah dikeluarkan ateng untuk perbaikan 1 unit brio putih , sampai pada akhirnya si pemegang unit (ateng) menelpon seseorang Bernama(dodi) diduga Anggota Polsek Pasar

Di luar dugaan, mobil yang dicari itu ternyata dikuasai oleh seseorang yang tinggal di rumah oknum polisi bernama Ateng.

Yang lebih mengejutkan, penguasaan unit tersebut tidak sesuai dengan identitas debitur asli atau dikenal dengan istilah “bodong”.

Di satu sisi, PEOJF memegang surat tugas dan SK resmi dan kuasa pengacara resmi dari perusahaan serta didampingi rekan media.

Di sisi lain, oknum polisi mengklaim membeli mobil tersebut dari seseorang bernama Dodi, yang disebut-sebut sebagai anggota Polsek Pasar Kota Jambi.

Suasana semakin memanas ketika pria diduga Dodi anggota Polsek Pasar mengaku sebagai pemilik unit.

Tak lama kemudian, Dodi tiba di lokasi. Dari sinilah puncak keributan terjadi.

Lawrence, awak media Pelopor Krimsus yang berada di lokasi, menceritakan momen menegangkan tersebut.

“Yang disayangkan, oknum Dodi kenapa perlu takut dengan adanya media. Dia menghardik dengan kasar, ‘Mengapa memfoto mobil? Sedang kami tidak berbuat apa-apa’,” ujar Lawren menirukan ucapan Dodi.

Lebih lanjut, Dodi disebut-sebut melontarkan kata-kata “media bodong” serta menuduh wartawan ikut melakukan pengeroyokan.

Tudingan itu langsung memicu Kesan
Adanya intervensi media dalam menjalankan profesi yang ada dilokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian setempat terkait dugaan oknum polisi ateng terlibat serta asal-usul mobil bodong tersebut.
(Tim Liputan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here