Home Berita Program Kampung Unggas, Disperindag Optimis Kebutuhan Daging dan Telur Untuk NTB Dapat...

Program Kampung Unggas, Disperindag Optimis Kebutuhan Daging dan Telur Untuk NTB Dapat dipenuhi

250
0

Mataram, Peloporkrimsus.com – Provinsi NTB merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi di bidang ternak kecil (seperti unggas) namun fakta saat ini untuk memenuhi kebutuhan daging ayam dan telur, masih bergantung daerah lain seperti Bali dan Jawa sebagai pemasok kebutuhan.

Provinsi NTB pun mengakui akan kelebihan daerah ini, Namun belum mampu memenuhi semua kebutuhan telur dan ayam dalam daerah. Kelebihan yang dimiliki oleh daerah ini menggambarkan bahwa peluang usaha di bidang peternakan unggas sangat menjanjikan.

Bagi para pelaku usaha lokal harus memanfaatkan peluang tersebut dan menjadi pemain utama di dalam daerah. Agar kebergantungan terhadap daerah lain untuk menjadi pemasok itu dapat segera diakhiri Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Ir. Andi Pramaria, M. Si Mataram, jum’at 20/9/2019.

Mengatasi kurangnya daging dan telur untuk kebutuhan selama ini Pemerintah Provinsi NTB nanti akan mengarahkan masyarakat untuk lebih banyak beternak unggas, sehingga perusahaan pakan ternak yang kita miliki nanti harus memproduksi pakan ternak unggas juga, untuk ayam dan bebek.

Kenapa?, ternyata data menunjukkan kita selama ini masih impor daging ayam dan telur di Bali. Bali yang luasnya wilayahnya lebih kecil dari Ntb saja bisa ko, Ntb nggak bisa.

“Karena data menunjukkan kita masih bergantung dari daerah lain, maka Kedepan melalui program Kampung Unggas ini harus jauh lebih bisa untuk mewujudkan kemandirian daerah di sisi persediaan kebutuhan daging ayam dan telur.

“kata Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) Lanjut kadis, Bentuk keseriusan untuk memastikan daerah ini akan memenuhi sendiri kebutuhan daging ayam dan telur. Kami sedang mendorong semua daerah kabupaten/kota untuk mengembangkan peternakan jenis unggas, supaya daging ayam dan telur bisa dihasilkan sebanyak-banyaknya, Sedikit kita mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri.

“Nah kalau ayamnya dipotong harus juga ada penggantinya oleh karena telur-telur yang diproduksi juga harus dijadikan ternak lagi. Bagaimana caranya? kita dinas perindustrian akan membuat alat penetas telur, Jadi apa yang disiapkan oleh perindustrian itu sudah clear,”katanya.(Mus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here