Home Berita Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT PLN Nusantara Power UP Gresik Tanam...

Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT PLN Nusantara Power UP Gresik Tanam 20 Transplantasi Terumbu Karang di Perairan Noko Gili Bawean.

43
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus berlangsung melalui kolaborasi antara PT PLN Nusantara Power UP Gresik dengan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Hijau Daun. Semangat itu tampak dalam penanaman 10.000 pohon mangrove di pesisir pantai Desa Daun dan 20 Transplantasi Terumbu Karang di perairan Pulau Noko Gili, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik. Kegiatan itu merupakan rangkaian peringatan menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Mangrove Sedunia.

Mengusung tema “Satu Daun untuk Menghijaukan Bawean”, kegiatan berlangsung di Pondok Patekang kawasan Mangrove Hijau Daun bagian selatan Desa Daun. Aksi konservasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen PT PLN Nusantara Power UP Gresik dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir Pulau Bawean, Rabu (1/7/2026).

Dalam sambutannya, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Hijau Daun, Subhan mengucapkan terima kasih kepada PT PLN Nusantara Power UP Gresik, yang mulai tahun 2015 telah membina dan mendampingi, serta bekerja sama dengan Pokmaswas Hijau Daun dalam mensukseskan setiap acara-acara kegiatan konservasi lingkungan khususnya di wilayah Desa Daun.

“Alhamdulillah, tahun ini PT PLN Nusantara Power UP Gresik telah menyalurkan bantuan 10.000 pohon mangrove dan 20 transplantasi terumbu karang untuk pelestarian lingkungan pesisir dan ekosistem bawah laut di Pulau Bawean. Ke depannya akan bekerja keras untuk bagaimana di Pulau Noko Gili bisa sukses dalam transplantasi terumbu karang dan konservasi lingkungan,” katanya.

Subhan berharap kerja sama dari kelompok nelayan Pulau Gili, karena Hijau Daun tidak mungkin sukses tanpa adanya kerja sama yang baik dari semua pihak terkait.

Subhan menjelaskan, bahwa penanaman transplantasi terumbu karang ini merupakan bentuk kepedulian bagi kami, khususnya bagi kelompok nelayan Pulau Gili dan Hijau Daun. Penanaman transplantasi terumbu karang di perairan Noko Gili bertujuan untuk mempercepat pemulihan terumbu karang yang rusak, meningkatkan tutupan karang, serta menciptakan habitat baru bagi biota laut seperti yang telah dilakukan di kawasan Hijau Daun.

Selanjutnya, Manager Pemeliharaan PT PLN Nusantara Power UP Gresik, Irfan Ardiansyah, menyampaikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar merayakan saja, tapi yang kita harus resapi bagaimana kita bisa berinteraksi dengan lingkungan di sekitar agar kita bisa menjaga dan melestarikannya.

“Dengan aksi nyata wujud kepedulian kita lakukan penanaman transplantasi terumbu karang sebagai upaya pelestarian lingkungan dan mempercepat regenerasi karang, mengembalikan fungsi habitat biota, serta mendukung perekonomian masyarakat pesisir,” ujarnya.

Lebih lanjut, Irfan Ardiansyah mengatakan bahwa PT PLN secara aktif menjalankan program transplantasi terumbu karang melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di berbagai wilayah pesisir Nusantara, termasuk PT PLN Nusantara Power UP Gresik juga melaksanakan program tersebut di Pulau Bawean, guna melestarikan ekosistem bawah laut dan mendukung ekonomi pariwisata lokal.

“Langkah ini bukan sekadar seremoni. Program tersebut lahir dari tanggung jawab sosial dan lingkungan PT PLN Nusantara Power UP Gresik terhadap keberlangsungan ekosistem laut di sekitar Pulau Noko Gili Bawean. Kegiatan ini bekerjasama dengan Pokmaswas Hijau Daun dengan melibatkan kelompok nelayan pulau Gili. Mari kita lestarikan terumbu karang. Dengan transplantasi terumbu karang, diharapkan kita turut menjaga ekosistem lingkungan laut yang lebih berkelanjutan serta hasil tangkapan ikan bagi masyarakat dapat juga meningkat,” ucapnya.

Camat Sangkapura Umar Junid mengucapkan terima kasih dan sangat mendukung sekali kegiatan nyata wujud kepedulian dari PT PLN Nusantara Power UP Gresik bersama Pokmaswas Hijau Daun dalam menjaga ekosistem lingkungan laut di Pulau Bawean.

Camat Umar Junid tersentak kaget dan prihatin melihat kondisi Pulau Noko Gili Bawean saat ini yang bertambah kecil, karena 10 tahun lalu Pulau Noko terlihat dari fotonya sekitar 8 sampai 9 meter masih ke arah barat dari kondisi yang sekarang. Tentunya hal ini terjadi akibat keseimbangan alam dengan adanya pengambilan pasir laut di perairan Bawean dan berdampak ke Pulau Noko ini. “Catat! jika hal ini terus dibiarkan maka 10 tahun yang akan datang Pulau Noko ini akan habis,” tegasnya.

Melihat kondisi saat ini, Camat Sangkapura Umar Junid bersama unsur Forkopimcam akan melakukan kajian bagaimana pembangunan di Bawean supaya tidak mengambil pasir laut lagi, dan akan membuka lahan baru untuk pengambilan pasir sesuai kebutuhan masyarakat Bawean. “Upaya pelestarian alam khususnya bawah laut dengan penanaman transplantasi terumbu karang ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Dibutuhkan kolaborasi melalui berbagai pihak agar pelestarian ini dapat berjalan dengan maksimal dan mampu meningkatkan potensi perekonomian lokal, khususnya masyarakat Pulau Gili Bawean,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan ini, Manager Pemeliharaan PT PLN Nusantara Power UP Gresik, Irfan Ardiansyah, Asisten Manager SDM, Umum dan CSR, Arif Wibowo, Asisten Manager Lingkungan, Berta Ryza Harsativa beserta staf PLN Nusantara Power UP Gresik, Camat Sangkapura Umar Junid bersama unsur Forkopimcam Sangkapura, Ketua Pokmaswas Hijau Daun, Subhan beserta anggota, perwakilan Bawean Tourism, perwakilan UPT Destinasi Wisata Terpadu Bawean, BKSDA Bawean, UPT Perikanan Bawean, IPPP Bawean, Kepala PLN ULP Bawean, Kepala PLTMG Bawean, PJ Kades Daun Ahmad Afandi, Sekretaris Desa Daun Syahidan, perwakilan Pemdes Sidogedungbatu, siswa-siswi UPT SDN 326 Gresik eks SDN 1 Gili, mahasiswa KKN dari UGM Yogyakarta, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Trunodjoyo Madura. (FR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here