Home Berita TAMBANG DiSUMBER KRAMAT DISINYALIR AKAN BERDAMPAK KEPADA KERUSAKAN EKOSISTEM DESA.

TAMBANG DiSUMBER KRAMAT DISINYALIR AKAN BERDAMPAK KEPADA KERUSAKAN EKOSISTEM DESA.

605
0

Probolinggo, peloporkrimsus.com – Warga Desa sumber kramat Kecamatan tongas Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur meminta wartawan dan LSM yang tergabung dalam Team senyap prolink,terkait dampak exsplorasi / galian C di bawah para penambang dari luar kota guna pemenuhan kebutuhan tanah uruk untuk proyek tol Dan tambak.

Pasalnya, kegiatan penambangan tersebut disinyalir merusakan ekosistem yang Ada didesa tersebut dan dampak social pada warga desa sumber kramat yang sekarang telah merasakan dampaknya .

Berdasarkan informasi masyarakat kegiatan penambangan tanah uruk tersebut sudah berlangsung 1 tahun dengan luas lokasi pertambangan kurang lebih 1 hektar serta kedalaman berkisar 6-10 meter dari kondisi tanah semula,imbas dari pengalian yang di duga mengindahkan regulasi dan Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW ) Kecamatan tongas itu mengakibatkan banyak sumur warga yang kering , ternak warga yang mati dan pemenuhan kebutuhan air bersih warga terkendala.”ungkap” ketua gagak hitam samsul huda”.

Misran selaku humas dari gagak hitam juga mengkwatirkan dugaan terjadinya penurunan debit air yang berpengaruh pada perubahan ekosistem yang dekat dari rumah warga di salah satu ikon yang Ada didesa sumber kramat Kabupaten Probolinggo tersebut ,yang hanya berjarak kurang lebih 200 meter dari lokasi Galian C.

“ Sejak awal rencana adanya kegiatan pertambangan tersebut sebagian warga menolak , Namun lagi-lagi namanya rakyat kecil tetap kalah dengan kepentingan orang-orang besar , selama satu tahun di adakan pertambangan ini warga sumber kramat tidak pernah menerima kopensasi sepeserpun dari pihak penambang, warga sini khususnya rumah saya yang hanya berjarak 12 meter dari bibir jurang akibat galian , kami hanya di warisi kegelisahan akan keamanan keluarga kami jika terjadi longsor , kebisingan suara alat berat dan Debu . untuk waktu sekarang yang sudah jelas kami rasakan dengan sementara guna pemenuhan kebutuhan air bersih kami warga sumber kramat harus menempuh jarak yang cukup jauh.

Dulu juga pernah di adakan pengalian tanah uruk di lokasi ini yang berjarak kurang lebih 10 meter dari rumah warga Dan di hentikan oleh pemerintah tapi entah kenapa sekarang masih beroprasi lagi?, Parahnya akibat kedalaman pengalian tanah uruk tersebut banyak meninbulkan kekeringan pada tanaman.” tandasnya” misran selaku humas lsm gagak hitam.

SKT penanggung jawab kegiatan pertambangan tanah uruk tersebut juga sulit untuk ditemui oleh para awak media yang tergabung dalam team senyap melalui telpon selulernya juga enggan diangkat,sampai berita ini diterbitkan pengelola tambang tersebut sulit untuk dikonfirmasi.(slm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here